Selasa, 25 Maret 2014

LEGENDA keberanian Pasukan TNI

Sertu USMAN Kopral HARUN Sang Lengenda Paskal (KKO)
Dua prajurit TNI AL mengenakan seragam khas Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) dengan badge nama Usman dan Harun di gelaran JIDD di Jakarta, Rabu (19/3/2014)
foto : "Usman-Harun" muncul di ajang Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) 19-20 Maret 2014

      Bertepatan acara Jakarta International Defence Dialogue (JIDD), yang diselenggarakan oleh RI, kontingent dari Singapura memberikan komentar yang dan sedikit menyudutkan kepada Panita JIDD yang ditembuskan kepada Atase Singapura dan diteruskna kepada Kementrian Luar Negri RI dan tembusan kepada Mentri Pertahanan RI, keberatan mereka, dimana USMAN HARUN dilegendakan dalam bentuk Fisik Prajurit yang ikut dalam Stand JIDD, lengkap dengan Dinas KKO nya, dan ini menyiratkan keprihatinan bagi Singapura.
     Pertanyaannya, sedalam apa sih keprihatinan Singapura dengan tampilnya "LEGENDA" Usman-Harun, ataukah ini hanya menyiratkan kekhawatiran Singapura atas tumbuh dan semakin terkelolanya TNI dalam artian luas baik secara Personil, Peralatan, Perlengkapan dan Dukungan Pemerintah RI atas "Militer" nya yang sudah terlihat semakin tangguh di kancah ASIA PASIFIC.
     Tentu Singapura punya kepentingan dibalik "Director Dalang" untuk menyudutkan era TNI saat ini dengan menghubung hubungkan TNI (ABRI) masa lampau, agar kontrol ASEAN masih terpusat di singapura, kita sama sama bisa menganalisa, Singapura dengan persemakmurannya di Back Up NATO Imperialis, tidak menginginkan TNI berdiri semakin kokoh bermartabat dan Diperhitungkan serta berdiri sendiri diatas Kemandirian yang semakin terlihat, dan tentu ini salah satu yang menjadi plakat yang harus di camkan oleh Singapura "with or without Singapura, USMAN HARUS still The Hero", itu menunjukkan bangsa ini dari masa kemasa perlu dibangkitkan rasa patriotismenya, 
catatan:
"pengusiran tentara kontrak "angkatan air" malaysit di ambalat oleh paskal KKO TNI, perlu dipublikasikan secara terbuka, agar itupun bisa menumbuhkan patriotisme Indonesia atas kecintaan dan keberadian dalam hal BelaNegara, dan itu tinggal menunggu waktu, menambah legenda Usman-Harun... Usman-Harun Lain nya.

Selasa, 25 Februari 2014

Negara Yang Sudah Memiliki Kapal Induk

Kapal Induk Hanya untuk Negara Bermiliter Kuat


Dimanakah Kedudukan Kita sebagai "Julukan" Indonesia Negara Kepulauan terbesar didunia ?

Indonesia : Meskipun Indonesia tidak memiliki kapal yang didekasikan khusus sebagai pembawa pesawat, namun sudah memiliki Kapal pembawa helikopter dengan daya angkut jumlah terbatas, serta sudah menjajaki konsep melalui beberapa desain rancangan dalam negeri untuk Size yang lebih mumpuni untuk membawa Helikopter dengan sekala besar. Tentunya walaupun sampai saat ini belum ada keputusan yang dibuat untuk merealisasikan program tersebut, namun kita punya optimisme dengan skala terukur dengan acuan sudah semakin luasnya kerjasama bidang maritim dan kepiawaian "Team" Menhan, dalam membuat kerjasama dengan beberapa Negara dalam hal joint develop dan transfer technology perkapalan, termasuk kapal permukaan.

berikut kutipan terkait kekuatan dan kecanggihan kapal Selam dan  Negara yg layak memiliki nya:
asia-2

JKGR (MI) : Impian kapal induk TNI (baca: kemampuan projeksi jauh di luar wilayah sendiri) tidaklah terlalu jauh. Keinginan Indonesia kembali menjadi kekuatan regional berbanding perkembangan kekuatan di negara sekitar, membuat TNI sudah waktunya melirik rudal anti-kapal jarak jauh (lebih dari 300-400 km) land based atau platform kapal permukaan dan kapal selam. Agar sekedar bisa seimbang dalam kemampuan projeksi negara lain di kawasan, Indonesia butuh alutsista semacam strategic bomber, Kapal selam nuklir, Destroyer dan untuk kekuatan udara adalah kapal induk. Atau kekuatan regional cuma jargon semu.

Kapal Induk
 
Kepemilikan kapal induk merupakan keanggotaan klub elit negara yang mampu memproyeksikan kekuatan mereka ke seluruh dunia. Perwujudan supersized dari “gunboat diplomacy” dan sebanding dengan harganya yang saat ini sekitar 20 kapal induk aktif di seluruh dunia. US mengoperasikan 11 diantaranya. Dan tidak berhenti di sana. Akhir tahun lalu, US meluncurkan update terbaru contoh monster raksasa bertenaga nuklir dengan berat 100.000 ton, USS Gerald R Ford.
China : PLA mengerahkan kekuatan baru kapal induk akhir tahun lalu dengan mengerahkan kapal induk eks Ukraina-Liaoning dalam sengketa Laut Cina Selatan. Tapi ambisinya tidak berakhir di sana. China telah mulai produksi pertama untuk rencana empat kapal induk produk dalam negeri.

Kapal Induk China Liaoning yang bergerak ke Laut China Selatan (photo; PLA Navy)

India : Secara terbuka membanggakan akuisisi terbaru yang memasuki perairan nasional untuk pertama kalinya, INS Vikramaditya memberikan India kekuatan udara angkatan laut terkuat di wilayah setelah Amerika Serikat. Vikramaditya bergabung dengan kapal induk tua eks UK INS Viraat. Dan tidak berakhir di sana. India sedang membangun dengan desain sendiri –dua kapal induk seberat 40.000 ton bernama Vishal dan Vikrant. Yang pertama dijadwalkan akan selesai dalam waktu empat tahun.
VIKRAMADITYA
INS Vikramaditya India

Jepang : konstitusi pasca-Perang Dunia II negara kepulauan ini dibatasi memiliki senjata ofensif. Akibatnya, sering menggunakan permainan kata-kata. The IJNS Izumo adalah contohnya. Daripada disebut kapal induk, kapal seberat 20.000 ton itu diperkenalkan sebagai “helicopter destroyer” – meskipun kapal itu dapat membawa jump-jets tempur. Izumo beroperasi tahun lalu. Kapal sejenis kedua diperkirakan akan segera dibuat. Kapal-kapal tersebut akan bergabung dengan dua serupa “helicopter destroyer” lainnya yang sudah operaional, kapal seberat 14.000 ton Hyuga dan Ise.

Izumo
Izumo Class Helicopter Carrier

Rusia : Jangan lupa negara bekas Uni Soviet ini. Meskipun telah menjual seluruh kapal induk tua, tapi baru-baru ini membeli empat kapal induk helikopter dari Perancis. Dua diantaranya akan berbasis di Pasifik.

Korea Selatan : “The goodie” di semenanjung Korea ini setahun yang lalu sudah mempunyai flat-top yang bernama Dokdo, dan satu lagi sedang dibuat.

Dokdo-3
Korean Dokdo-class amphibious assault and the aircraft carrier USS George Washington transit the Sea of Japan.
Thailand : Meskipun tidak “baru”, dan hampir tidak lagi operasional, Chakri Naruebet tetap merupakan kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan udara. Kapal induk ini telah dimiliki Thailand sejak tahun 1997, tetapi negara itu tidak lagi memiliki Harrier jump-jets.

010403-N-3400W-004
Chakri Naruebet

Australia : Untuk pertama kalinya sejak 1982 , Australia akan segera memiliki kemampuan untuk mengoperasikan pesawat fixed-wing di laut. Penekanannya ada pada kata “kemampuan”. Dua LHD baru HMAS Adelaide dan HMAS Canberra dijadwalkan akan masuk layanan dalam beberapa tahun ke depan. Keduanya dilengkapi dengan deck penerbangan dan bahkan ski-ramp . Tapi Australia belum punya pesawat tempur jet untuk mengisinya. Untuk sementara ini mereka akan membawa helikopter, termasuk helikopter serang.

adelaide-class
Disain Adelaide Class, Australia


Sumber : JKGR

Jumat, 21 Februari 2014

Kalau bukan Ir. Sukarno, bayangkan KRI Irian ini bisa kah di Surabaya ???

KRI Irian, Kebanggan Indonesia



KRI Irian adalah kapal Penjelajah Ordzhonikidze dari armada Baltik AL Soviet yang diminta langsung Oleh Ir. Sukarno oleh pemerintah Indonesia kepada Rusia atas Kredit Persenjataan pada tahun 1962. Pada Saat itu KRI Irian merupakan kapal terbesar di belahan bumi selatan . Kapal ini digunakan aktif dalam Operasi Trikora untuk persiapan merebut Irian Barat dari Penjajah Belanda yang tidak mau angkat kaki dari Bumi Pertiwi Republik Indonesia, dan Sukarno sangat marah karena Inggris, Amerika dan negara2 Pakta Pertahan Utara seolah olah tutup mata karena Karel Dorman masih Sandar di Dermaga Sorong yang dikawal oleh Korvet dan kapal Tempur Belanda Lainnya..

Oleh karena itu, seyogyanya kita Putra Putri bangsa Indonesia, harus ingat Betul sejarah dimana kita jangan bodoh berfikir dan berdiplomasi, karena untuk memutuskan satu hal yang sangat krusialpun bayangkan Ir. Sukarno sangat Bijaksana, tidak bisa ditempuh di Meja Persatuan Bangsa-Bangsa, kita adalah negara yang berdaulat dan punya hargadiri... Perang sekalipun, berutang sekalipun, NKRI ini harus tetap utuh.


Kilo Class KL TNI AL apakah sudah di Pangkalan Kapal Selam Palu...

Pangkalan Kapal Selam Rusia
Terkait Kapal Selam Kilo Class TNI AL Tinjau Armada Utara Rusia

Laksda Ade Supandi dan delegasi antara lain diterima langsung oleh Rear Admiral Oleg Golubev dalam rangka kunjungan di Armada Utara Rusia di Polyarniy, Murmanks, Federasi Rusia. Hal ini dikuatkan atas keterangan Sekretaris I Pensosbud KBRI Moskow, Lailal K Yuniarti. 

Sekedar untuk diketahui bersama, Indonesia dan Rusia pernah menandatangani perjanjian Kemitraan Strategis di tahun 2003, hubungan kerjasama antara kedua negara dipererat kembali, namun sekedar kita mengintropeksi kenegarawan kita pernah merusak hubungan baik yg tanpa Pernah Rusia Minta Jatah "SAYA DIPULAU YANG ITU SEBAGAI IMBAL BALIK KEBAIKAN INI" seperti halnya negara WEST WILD WIDE, hubungan erat yang pernah dibuka oleh Ir. Sukarno tersebut ber umur jagung tidak berlangsung lama. Akibat perubahan peta politik di Tanah Air, hubungan tersebut sempat membeku dan hanya mulai membaik di awal 2000-an ketika RI dan Federasi Rusia sebagai  successor state Uni Soviet kembali memperkuat hubungan dengan Indonesia, tidak terkecuali di bidang pertahanan. Indonesia dan Uni Soviet  pernah memiliki hubungan yang sangat dekat setelah keduanya mulai menjalin hubungan diplomatik di tahun 1950. Pada waktu itu, Indonesia banyak membeli persenjataan dari Uni Soviet. Berkat dukungan militer tersebut, Angkatan Laut Indonesia menjadi yang kedua terkuat di Asia setelah RRT, bayangkan seumpama saja Jendral Suharto tidak serampangan dalam menentukan peta konstelasi Politik dizaman dulu dengan memainkan Peran Seperti yang dilakukan oleh DR. SBY dengan penasehat penuh tanpa terkecuali dari Mentri Pertahan saat ini, yaa mungkin saja dari RUSIA, CHINA sudah mentrasfer seluruh kekutan persenjataannya ke INDONESIA, dengan kata lain, GAME WAR dari masa ke masa dimainkan dengan baik, pastinya Indonesia sudah lebih maju dari saat ini.

Selasa, 18 Februari 2014

Pengkondisian suasana Imlek dengan kondusif


Klenteng Hok Lay Kiong, salah satu tempat peribadatan umat Budha Bekasi, Sabtu (25/1). 
JELANG perayaan Imlek 31 Januari nanti, Yayasan Tri Dharma dan Klenteng Hok Lay Kiong di jalan Kenari 1, Margajaya, Bekasi Timur mulai melakukan banyak persiapan. Beberapa diantaranya adalah pemasangan kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV).
Pengurus Klenteng Hok Lay Kiong, Roby S menjelaskan, persiapan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah kemungkinan adanya aksi teror. "Untuk mencegah terjadinya aksi teror dan demi keamanan dan keselamatan jamaat, kami memperbanyak kamera CCTV sebanyak 8 unit yang tersebar di sekitar kelenteng," katanya, Sabtu (25/1).
Tak hanya itu, ia juga telah berkoordinasi dengan pihak Polres Bekasi 
"Untuk pengamanan pada hari 'H' kita melibatkan pihak kepolisian dari Polres Bekasi untuk memperketat pengamanan, khusunya dipintu masuk, berupa penggunaan metal detector dan anjing pelacak," tuturnya.
Pengamanan ini dilakukan pihak pengelola menyusul dugaan aksi terorisme beralih sasaran ke tempat peribadahan umat Buddha ini. Dugaan bermula dari temuan data wihara dan kelenteng di rumah kontrakan yang digerebek tim Densus 88 Antiteror Polri pada malam pergantian tahun 2013. (Cr11)
sumber : Go Bekasi 
FOTO: Ivan Pramana Putra/GoBekasi

Kapolda Metro Kaji Persenjatai Satpam dengan Senpi


POLDA Metro Jaya akan mengaji penggunaan senjata api sebagai alat perlengkapan bagi anggota Satpam.

"Nanti akan dievaluasikan perlu tidak dilengkapi senjata api, saya kira ini perlu pengkajian yang lebih mendalam lagi. Karena mempersenjatai orang itu harus ada dilengkapi persyaratan yang banyak dan itu harus dipenuhi," kata Kapolda Metro Jaya Irjend Pol Putut Eko Bayu Seno, dalam memperingati HUT Satpam yang digelar di lapangan Polda Metro Jaya.

Pernyataan Kapolda ini menanggapi kian sadisnya pelaku kejahatan yang beraksi di Ibukota. Terlebih mereka tak segan melukai siapa pun yang berupaya menghalangi aksi mereka.

Menurut Kapolda, sejuah ini para anggota yang merupakan binaan kepolisian telah dibekali berbagai ilmu bela diri guna mengantisipasi aksi kejahatan. 

"Mereka semua dilatih bela diri dan menggunakan tongkat, borgol dan sebagainya," ujar jenderal bintang dua itu.

Kendati demikian, kepolisian pun akan mengaji untuk menambah ketrampilan khusus untuk menambah bekal satpam dalam membela diri termasuk mempersenjatai dengan senjata api.

"Nanti akan kami pikirkan, sementara itu saja yang dilatih pada Satpam," ujra Kapolda.

Dalam kesempatan tersebut, Irjend Pol Putut juga mengingatkan agar satpam bisa lebih bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga Kamtibmas.

"Dengan para Babinkamtibmas, mereka para Satpam untuk meningkatkan kordinasi guna melaporkan situasi Kamtibmas yang ada," kata Kapolda. - See more at: http://www.jurnas.com/news/120721/Kapolda_Metro_Kaji_Persenjatai_Satpam_dengan_Senpi/1/Nusantara/Ibu_Kota#sthash.iaDTbtpl.dpuf

Pengamanan Pemilu Kedepankan Intelijen dan Babinkamtibmas dengan bermitra dengan Masyarakat


Polda Metro Jaya mengedepankan fungsi intelijen dan Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) guna melakukan deteksi dini untuk mengantisipasi potensi kerawanan, dalam pelaksanaan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

"Kedepankan fungsi intelijen didukung peran Babinkamtibmas untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan dini. Selain itu untuk memetakan setiap potensi kerawanan dalam pemilu agar dapat diantisipasi, tanpa menimbulkan dampak yang luas," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/2).

Dikatakan Putut, Polda Metro Jaya berkewajiban melaksanakan pengamanan demi tercapainya kesuksesan Pemilu 2014 yang aman dan kondusif.
Polisi berusaha membubarkan pengunjuk rasa saat simulasi pengamanan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 di depan Gedung Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Jumat (7/2). Simulasi tersebut dilakukan agar anggota kepolisian lebih sigap dalam menghadapi unjuk rasa, terutama ketika kondisi massa menjadi anarkis jelang pelaksanaan atau sesudah pemilu. Investor Daily/ANTARA FOTO/Zabur Karuru/Spt/14Polisi berusaha membubarkan pengunjuk rasa saat simulasi pengamanan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 di depan Gedung Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), Jakarta

Setiap penyelenggaraan Pemilu 2014 di Jakarta dan sekitarnya, tambahnya, punya potensi yang menimbulkan permasalahan keamanan baik bersifat konvensional maupun modern. Ruang lingkupnya bisa lokal atau nasional, sehingga dapat mengganggu sendi-sendi stabilitas bangsa serta negara.

"Karena itu, perlu pengamanan secara terpadu melalui sistem manajemen yang melibatkan koordinasi dan kerjasama dengan seluruh komponen masyrakat, baik penyelenggara, pengawas Pemilu, TNI, pemerintah, maupun mitra keamanan lainnya," ujarnya.

Putut mengimbau kepada jajarannya untuk meningkatkan pemahaman tentang seluruh aspek dan materi, terkait penyelenggaraan pemilu. Tujuannya, supaya setiap anggota mampu tanpa ragu melaksanakan tugas pengamanan.

"Tingkatkan sinergitas dengan seluruh komponen pelaksana pengamanan pemilu lainnya agar terbentuk keterpaduan pola pikir dan cara bertindak yang tepat di lapangan," ungkapnya.

Putut mengharapkan setiap anggota dapat menjaga netralitas dan menghindari kepentingan kelompok atau golongan tertentu. "Jaga komitmen dan netralitas kita, serta mari kita kawal bersama proses pesta demokrasi ini, agar dapat berjalan sukses dan aman," katanya.

Pelaksanaan gelar pasukan ini, sambungnya, merupakan rangkaian proses Operasi Kepolisian Terpusat, yang bertujuan untuk melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel maupun kelengkapan sarana pra-sarana kepolisian beserta segenap unsur terkait, sebelum bertugas ke lapangan. (b1/gor)